Rabu Panduan

3 Cara Jitu Menjadi Mahasiswa Baru yang Berprestasi

Nguliah – diawali dengan berangkat pagi, siang, sore, bahkan malam hari menuju ke kampus, hanya untuk menimba ilmu. Ternyata, sesampainya di kampus dosennya gak masuk. Katanya sih, ini nasib untuk mereka para mahasiswa baru.

Gawat,

Niat jadi mahasiswa rajin, malah di php-in sama dosen.

Kalo udah begini, yang ada semangat mereka untuk jadi seorang mahasiswa teladan akan sirna begitu aja bre, kasian ya.

Biasanya, kejadian ini memang sering dirasakan oleh mereka para mahasiswa baru, bre.

Dosen jarang masuk, digodain kaka tingkat, diledekin kaka tingkat, diejekin kaka tingkat, gabisa debat sama dosen, dan banyak hal lain yang selama ini menjadi unek-unek mereka.

Jika begitu adanya, kamu gausah sedih bre, karena kite disini akan memberikan kamu solusi atas itu semua,

tenang,

dari judulnya aja juga udah meyakinkan banget kan bre, kalo artikel ini akan membahas 5 cara jitu menjadi mahasiswa baru yang berprestasi.

Penasaran ya? Yaudah, coba lihat dibawah ini:

  • Langkah Pertama, Kalem dan Jangan Banyak Tingkah (Kecuali Terpaksa)

Sebagai mahasiswa baru yang belum tau persis bagaimana lingkungan di kampus, rasanya akan sangat sulit jika kamu harus sok kenal sok deket dengan orang-orang disekitarmu.

Pernah gak bre berfikir jika,

ketika kamu sudah merasa dekat dengan seseorang, kamu akan menganggap ia sebagai teman.

Kite rasa, kamu mulai sekarang, lebih baik cara itu kamu tinggalkan.

Kemudian ubah menjadi seperti ini,

ketika kamu sudah merasa dekat dengan seseorang, baiknya kamu perhatikan terlebih dahulu sambil menjaga jarak. Jadilah sebuah emas di dalam jerami, agar bisa mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang dia.

Ketika kamu rasa ia cocok untuk kamu jadikan sebagai teman, maka jadikanlah.

Biasanya, setelah punya teman, kita akan merangkak ke langkah yang kedua, dan mulai mencoba untuk berekspresi . Karena salah satu sifat yang biasa dimiliki oleh mahasiswa baru adalah: songong

  • Langkah Kedua, Mulailah Percaya Diri untuk Berekspresi (Secukupnya, dan Jangan Lebay)

Setelah kamu merasakan indahnya mempunyai teman saat menjadi mahasiswa baru, tampaknya kamu harus melaksanakan langkah yang kedua ini ya,

Berekspresi.

Dalam tahap ini kamu dilatih untuk bisa mengontrol diri, berani dalam bertindak, percaya diri, dan tentunya, berani bertanggung jawab.

Jika kite jelaskan secara detail tentang cara berekspresi tampaknya akan sangat panjang sekali artikel ini nantinya.

Jadi kite akan sebutkan beberapa poin,

  1. Mengontrol diri
  2. Berani dalam bertindak
  3. Percaya diri
  4. Berani bertanggung jawab

Dari 4 poin diatas, mari kita bahas poin pertama.

Mengontrol diri, disini dimaksudkan untuk kamu para mahasiswa baru dalam berekspresi.

Maksudnya bre?

Begini, biasanya nih ya.. Ketika kamu udah dapet kesempatan buat nunjukin apa yang kamu bisa, kamu pasti gabisa mengontrol diri kamu agar tidak jadi seseorang yang ‘sombong’.

Nah, mengontrol diri dalam bersikap tentu sangatlah berpengaruh terhadap kamu para mahasiswa baru, karena disini pasti banyak sekali kaka tingkat atau orang disekitar kamu yang sedang asik menilai tanpa kamu sadari.

Disaat mereka menilai kamu, maka kamu sendiri-pun harus selalu bisa bersikap dengan baik.

Baik itu bukan jadi culun, jadi kalem, jadi manja, ya!

Baik disini, kite artikan sebagai:

  1. Kamu boleh aktif, tapi kamu juga harus tau kapan waktunya kamu harus berhenti.
  2. Kamu boleh percaya diri, tapi kamu juga harus tau kapan waktunya kamu harus kalem.
  3. Kamu boleh bisa melalakukan segalanya, tapi kamu juga harus tau kapan waktunya kamu harus tidak usah melakukan apa-apa.

Secara garis besar kite sebutkan seperti tadi ya,

sudah paham sampai disini?

Jadi ingat baik-baik, mengontrol diri bisa kamu artikan sebagai: membatasi diri, dalam setiap hal, yang kamu rasa itu berlebihan untukmu. (gausah lebay)

Langkah kedua sudah, sepertinya kite harus masuk ke langkah yang ketiga nih bre. Yuk!

  • Langkah Ketiga, Bertindak Cerdas dalam Setiap Tindakan (Tidak Gegabah)

Coba kamu perhatikan judul deh bre, kite yakin sebagian besar dari kamu penasaran sekali dengan apa yang ada didalam judul itu.

Bertindak Cerdas

Bagaimana caranya ya?

Setelah kamu sudah mengenal teman-teman kamu, juga kamu telah menguasai diri kamu, dan pada akhirnya kamu, saat ini diharuskan untuk bertindak cerdas agar bisa terhindar dari permasalahan yang besar nantinya.

Dalam poin ini, kamu diharuskan untuk bertindak cerdas, dalam segala hal.

Kenapa?

Karena jika tidak cerdas dalam bertindak, kamu akan dengan otomatis tersingkirkan dari masyarakat, tanpa pengecualian, serius.

Bertindak cerdas disini diartikan sebagai,

bagaimana cara kamu menghadapi suatu masalah.

Coba ingat-ingat, pada langkah pertama, kamu ngapain?

Kalem, sambil nyari temen.

Udah dapet ya bre? Yuk coba beralih ke langkah yang kedua,

Berekspresi, untuk mengontrol diri.

Kelar ye? Mantep gak tuh? Yaudah berarti ini langkah terakhir bre,

Bertindak cerdas, dalam melakukan segala hal (menghadapi masalah).

Setelah menghadapi dua langkah diatas, pastinya kamu akan dihadapkan terhadap sebuah permasalahan, yang mana kamu diharuskan memilih salah satu diantara dua buah kesempatan, ialah maju atau mundur. Kamu sudah berhasil mendapatkan banyak teman, tanpa masalah. Juga kamu sudah berhasil menarik perhatian banyak orang untuk bisa respect, sama kamu. Dan sekarang kamu tinggal memilih, kamu ingin maju, untuk terus bisa menjadi seseorang yang berguna atau merugi.

Ahh, berbelit-belit..

Bertindak cerdas, adalah pilihan, juga sama hal nya dengan menjadi mahasiswa baru yang berprestasi.

Jika kamu mengatakan ‘maju’. Maka, dekatilah dosen, kesukaanmu. Yang ingin kamu tekuni prodi-nya.

Majulah untuk bisa menjadi bagian dari kekuatan dosen tersebut.

Jika kamu mengatakan ‘mundur’. Maka, jauhilah dosen, kejarlah kegiatan kesukaanmu. Yang ingin kamu tekuni bidangnya (contoh paduan suara, karena kamu suka menyanyi).

Mundurlah untuk bisa menjadi seorang ahli dalam bidang yang ditekuni.

Sesungguhnya, tidak ada tiap-tiap usaha yang tidak akan membuahkan hasil. Dan didalam artikel ini, tidak ada yang namanya kegagalan, semuanya mustahil buat kite, bre.

Keberhasilan itu mutlak, jika kamu merawatnya. Kegagalan itu pasti, jika kamu merawatnya pula.

Bre, kite lelah daritadi nulis mulu nih. Sepertinya kite mau pamit undur diri dulu ye bre, gapapa kan? Hehehe.

Pamit bre, undur diri.

aarehan:01

This Post Has 37 Comments

  1. Pingback: 4 Fasilitas Andalan Anda di Bukit Gronggong Cirebon

  2. Ucok Buana Reply

    Thanks atas tips nya … sangat bermanfaat 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *